Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perencanaan Geometrik Persimpangan sebidang

Perencanaan persimpangan sebidang
Geometrik Persimpangan sebidang 

Persimpangan adalah daerah dimana dua jalan raya atau lebih bertemu atau bersilangan, dimana didalamnya termasuk fasilitas jalan untuk pergerakan lalu lintas pada daerah itu. Persimpangan merupakan bagian yang penting dari suatu jalan raya sebab biasanya faktor-faktor efisiensi, keamanan, kecepatan, biaya operasi dan kapasitas tergantung pada desain persimpangan.

Persimpangan sebidang harus memberikan pelayanan yang memadai terhadap pergerakan lalulintas yang bersilangan maupun yang membelok, terutama pergerakan yang diprioritaskan. Selain itu juga mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan, yang mana hal tersebut dapat dicapai dengan pengaturan terhadap pergerakan kendaraan dan pengurangan jumlah titik pertemuan antara lalu lintas yang bersilangan atau lalu lintas lurus dengan lalu lintas membelok. Oleh karena itu perencanaan persimpangan sebidang meliputi perencanaan geometrik dan pengaturan lalu lintasnya.

Dilihat dari berikutnya, persimpangan. sebidang dapat berupa persimpangan 3 cabang, 4 cabang, banyak cabang dan persimpangan putar / bundaran ( "rotary intersection" ). Simpang Grogol semula merupakan persimpangan putar, kemudian direncanakan menjadi persimpangan sebidang dengan 4 cabang yang menggunakan pengatur lalu lintas (" signalized" ).

Indonesia belum memiliki standard perencanaan untuk persimpangan sebidang pada jalan perkotaan. Untuk meninjau perencanaan persimpangan sebidang Grogol ini, penulis menggunakan A Policy on Design of Urban Highways dan Arterial Streets, AASHO 1994 yang telah berlaku intemasional.



Post a Comment for "Perencanaan Geometrik Persimpangan sebidang "

Berlangganan via Email