Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perencanaan Bundaran Persimpangan Sebidang

Perencanaan Bundaran Persimpangan Sebidang
Bundaran Persimpangan Sebidang

Salah   satu  model   pengaturan  lalu   lintas  di  persimpangan  yang   banyak digunakan  di beberapa  kota di Indonesia saat ini adalah  bundaran.  Pengaturan dengan  model  ini sudah dikenal  cukup  lama  di Indonesia  dan dinyatakan  secara tegas  dalam Peraturan  Pemerintah RI   No. 43 tahun  1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas  Jalan  sebagai salah  satu bentuk pengaturan  persimpangan  yang  diijinkan.   Keuntungan  model pengaturan  persimpangan dengan  bundaran  adalah  meningkatnya tingkat keselamatan pada  volume  lalu  lintas yang tinggi,  menurunkan titik konflik, dan memberikan nilai estetika  yang  lebih baik dibandingkan menggunakan pengaturan pengaturan bentuk lain.

Sangat disayangkan  bahwa model pengaturan ini tidak  dapat dimanfaatkan secara optimum bahkan cenderung menjadi sumber masalah karena menimbulkan kemacetan dan rawan kecelakaan. Permasalahan    ini  diindikasikan  terjadi  karena  aplikasi desain/perencanaan bundaran  yang  belum  memenuhi   kaidah-kaidah  perencanaan geometri  dan  keselamatan, serta rendahnya disiplin  pengguna jalan  dalam melaksanakan sistem  prioritas jalan.

Pedoman   ini   merupakan   petunjuk   praktis   bagi   perencana   jalan   dalam merencanakan bundaran pada persimpangan sebidang.  Sekalipun  tata  laksana  dan tahapan  perencanaan yang   dimuat  dalam pedornan   ini   hanya   menggunakan  contoh   persimpangan   dengan 4  lengan,  tidak  tertutup kemungkinan  ketentuan-ketentuan  maupun  tahapan   perencanaan dalam  pedoman  ini  digunakan  untuk  persimpangan yang  memiliki  lengan  kurang  atau lebih dari empat.

Post a Comment for "Perencanaan Bundaran Persimpangan Sebidang"

Berlangganan via Email